10-13 September 2004
Bayu ngajak Dita ke Toraja dan Dita langsung OK.
Mulailah hunting penginapan, tiket murah dan sewa mobil. Sibuk browsing2 internet, akhirnya dapat sewa mobil dari Nell Tours di Makassar. Per hari 350 rb plus makan supir, penginapannya dan bensin - lumayan murah krn Makassar-Toraja cukup jauh.
Berangkat naik Citilink, delay 2 jam :( Yang harusnya sampai Makassar jam 10, baru sampai jam 12 lewat.
Makassar panas!! Kulit rasanya kebakar begitu turun dari pesawat. Langsung kita cari hotel untuk nginap di Makassar (karena rencananya setelah dari TaTor, mau stay semalam di Makassar). Dapat hotel bintang 3 di pantai Losari.
Setelah deal sama pihak hotel, langsung meluncur ke TaTor. Kasihan Pak Basri (nama driver kita-kalo gak salah) sudah cukup lama nunggu kita di bandara. Perjalanan ke Tator lewat Pare-Pare, dan Enrekang.
Di Enrekang, mampir ngopi dulu di rumah makan kecil di pinggir jalan. Hawanya sejuk, dan view-nya ke Gunung Nona. Tadinya gak 'ngeh kenapa gunung (sebenarnya lebih pantas dibilang tebing) itu disebut Gunung Nona. Pak Basri bilang, 'perhatikan deh bentuknya'.. OOOOO pantessss :)) *sensor*
Setelah kurang lebih 6 jam berkendara, akhirnya sekitar jam 9 sampai juga kita di Makale-ibu kota TaTor. Makan ayam goreng dulu di warung nasi. Enak krn perut sudah keroncongan. Hawanya dingin banget.. jauh beda sama Makassar. Eh..di Makale ternyata ada martabak Surabaya lho! Katanya banyak orang Jawa yang jualan di TaTor (memang orang Jawa ada dimana-mana).
Setelah makan, langsung ke Hotel Marannu.
NNGUOOOKK.. NNNGGUUOOOKK... *kayak lagunya film dono kasino indro*
Hotelnya spooky amat! Dan sepi!! Waduh, salah pilih. Ya apa boleh buat, berhubung voucher sudah di tangan, rugi 175 rb kalo gak stay disana. Lagian sudah malam. Krn spooky akhirnya diputuskan kita satu kamar twin bed *sebenernya alasan aja siiih*. Kamarnya lebih ajaib ternyata. Nightmare! Gak bisa tidur, diluar hujan dan dingin banget, kamarnya tidak nyaman.
Bayu gelisah *gak tau krn ada Dita atau kedinginan atau ketakutan*.. yang pasti ngobrolnya gak nyambung.. menclok sana menclok sini. Tiba2 Bayu sholat.. *padahal sudah Isya-Dita jadi tambah bingung*
Pas lagi nonton tivi, tiba2 Bayu nanya "Dek, keberatan gak kalo kita nikah"..
GLEG *keselek krn kaget*.. gak ada PDKT (well, gak tau deh kalo kemarin2 itu dibilang PDKT).. baru kenal 3 bulan.. udah ngajak nikah!!!
Tapi....
Dita said... "Nggak keberatan kok" :))
....APPLAUSE....
Jadilah malam itu gak ada yang bisa tidur. Kenapa? karena mikirin rencana bilang ke ortu masing2.. hahahaha.....
Paginya dengan rasa kantuk yang cukup hebat dan udara yang lumayan dingin.. akhirnya berangkat lah kita keliling Tator.Check out dari hotel spooky itu dan cari hotel lain.
Tempat pertama ke KAMBIRA. Letaknya masih di sekitar Makale. Kambira adalah kuburan bayi yang belum tumbuh gigi di pohon tua. Usia pohonnya sudah ratusan tahun. Jadi pohon tersebut dilubangi dan mayat bayi di taruh dalam posisi duduk di dalamnya lalu lubang ditutup dengan ijuk. Ajaibnya, pohon ini tidak berbau.
Dari Kambira, lanjut ke TAMPANGALO. Kira2 15 menit perjalanan dari Kambira. Tampangalo itu makam tebing. Konon ini tempat raja2 dimakamkan.
Dari Tampangalo, kita ke SUAYA- makam kuno raja2 di gua. Kalau yang ini lumayan spooky. Di gua itu tengkorak2 dan peti mati tersusun rapi.
Dari Suaya, mampir ke LEMO. Makam2 di tebing juga tapi tebingnya berbentuk bulat seperti buah Lemon. Dingiiin dan anginnya kencang.. dan gerimis tapi pemandangannya menakjubkan. Di sekitar tebing itu penuh dengan sawah hijau.
Dari Lemo, langsung menuju RANTEPAO - kota terbesar di Tator. Langsung cari hotel. Dapat di Hotel Indra- lokasinya di tengah kota, di belakang pasar Rantepao. Hotelnya lumayan bagus, dan bersih.. per malam sekitar 250 rb. Sempat tanya, "pakai AC nggak?". Dijawab sama receptionistnya "ini Toraja!".. Bodohnya kita.... :)
Malam2 kelaperan, bosan makan nasi goreng terus dari kemarin, akhirnya keluar jalan kaki ke daerah pertokoan. Ternyata sudah pada tutup, hanya satu dua yang buka. Sempat beli oleh2. Akhirnya dapat satu rumah makan, yang lumayan penuh dengan turis2.. Jauh2 ke Tator, akhirnya makan mie goreng juga. Makanan di Tator lumayan agak susah karena kita muslim. Rata2 restaurannya menyediakan menu yang kita tidak boleh makan.
Pagi2.. grrr.... dingin.. untung ada air panas. Setelah sarapan, langsung ke BORI - kompleks megalitikum. Lokasinya lumayan jauh, sekitar satu jam dari Rantepao. Sebenarnya yang bikin lama tuh kondisi jalanannya yang kecil dan rusak. Tapi pemandangannya OK banget.
Di Bori, ada sekumpulan batu menhir yang dulunya tempat pemujaan. Ada juga makam di batu2. Yang ini masih digunakan terus sampai sekarang. Ada makam yang masih baru juga.
Puas foto2, lanjut ke MARANTE. Makam kuno juga. Ada yang di tebing dan di gua. Tapi yang ini lebih kurang teratur. Tengkorak2nya pada berserakan diluar gua. Kalo gak hati2, bisa keinjak.
Dari Marante, lanjut ke kompleks rumah adat Tana Toraja. Viewnya OK banget. lewat sawah hijau dan bersih...
Setelah keliling dan makan siang, kembali ke hotel untuk istirahat dan check out trus balik ke Makassar. Dalam perjalanan keluar Rantepao, mampir ke LONDA.
Londa itu makam di gua yang masih digunakan sampai sekarang. Ada makam bayi juga. Ada yang usia mayatnya sudah ratusan tahun, ada yang masih baru 3 minggu meninggal. Untuk masuk gua itu, perlu sewa lentera 10 rb. Di dalam gua hawanya dingin. Walau mayat diletakkan begitu aja, tapi gak berbau sama sekali.
Di Londa ada sepasang tengkorak yang katanya pasangan kekasih yang bunuh diri karena gak direstui untuk nikah. Kasihan ya. Juga ada tengkorak yang rambutnya masih utuh. Lucunya, ini tengkorak dikasih 'persembahan'. Dari uang logam, rokok sampai kaca mata hitam!!
Dinding guanya juga seperti stalagtit. Kadang untuk masuk ke ruang tertentu sampai harus merangkak.
Setelah puas, lanjut deh ke Makassar. Mampir makan seafood dulu di Pare-pare sambil numpang sholat. Pak Basri sempat ditanya orang2 situ "Bawa turis Jepang ya. Kok Orang Jepang sholat ya". Hahahaha.. ternyata banyak yang ngira kita orang Jepang. Krn kita berdua sipit x yee :) *padahal gak sipit2 amat sih*
Sampai Makassar sekitar jam 3an.. dan panassss.. Istirahat sebentar sambil cari tiket pesawat pulang, duduk2 sebentar di pantai Losari liat sunset, trus naik becak ke Fort Rotterdam. Ternyata sudah ditutup tapi untung petugasnya memperbolehkan kita masuk. Lihat2 bekas penjaranya Pangeran Diponegoro, tempat uji nyali-nya acara Percaya Nggak Percaya, trus keliling benteng. Spooky abisss...
Dari Fort Rotterdam, jalan kaki ke hotel. Istirahat lagi, sholat dan mandi baru deh duduk2 di Losari. Trus cari cemilan, makan pisang epe (pisang goreng yang dimakan dengan saus gula merah).. Ennnnaaakk.... Tadinya mau makan seafood tapi tempatnya sekarang sudah dipindah ke ujung Losari yang sana. Mau kesana jalannya jauh dan macet. Akhirnya makan bakso aja :))
Tanggal 13 Sept baru deh pulang naik Garuda. Sayang dapat tiket mahal banget sekitar 600 rb per orang, karena kita nggak pesan dari awal.
13 Sept sore sampai deh Jakarta.
Trip x ini gak akan dilupakan :))