Dita: “Pak Bot, long wiken akhir Maret kemana nih kita? Tanjung Puting yuuuk…”
Bayu: “Yuuk… atur aja…”
Ternyata setelah hitung menghitung, budget ke Tj. Puting gak nyampe hehehe.. akhirnya diputuskan ke Yogya lagi tapi kali ini sama Ucup (team dari Outpack) juga.
19 Maret 08 / Rabu
So berangkatlah kita tanggal 19 Maret, Rabu pagi jam 7an menuju Yogya, naik mobil. Karena gak ada yang bisa nyetir, jadi pak supir cuma satu, Bayu thok hehe..
Alhamdulilah jalur selatan sepi.. gak banyak jalan rusak, paling cuma dari daerah Majenang sampai Cimanggu (JaTeng). Tujuan pertama adalah Dieng.
Dieng
Sampai Dieng jam 6.15an sore. Kabut sudah sangat tebal dan mulai hujan. Sampai Dieng, hal yang pertama dilakukan adl cari hotel. Begitu masuk kawasan Dieng, belok kanan, ada paling pojok Dieng Plateau Homestay (Taufik 0852 275 87 841). Kamarnya standard banget.. cuma ada satu bed besar, utk diisi 2 orang. Gak ada kamar mandi dalam, dan yang pasti gak ada air panas. Tarifnya 40 rb per malam.
Sebelah Dieng Plateau Homestay, ada Losmen Bu Djono (Mas Didik 0852 2738 9949). Hadoooh... ini lebih parah lagi kondisi kamarnya, buat gue below standard. Sudah dipastikan gak akan stay disitu daripada gak nyaman. Kamar mereka yang ada kamar mandi dalam + air panas cuma ada 2 dengan tarif sekitar 70rb. Kalau kamar mandi luar (room only), sekitar 50 rb.
Losmen Bu Djono ini ternyata losmen tua, sudah berdiri thn 1972. Bu Djono-nya sendiri sudah almarhumah. Sekarang yang meneruskan adalah anak laki2nya. Kelebihan losmen Bu Djono ini cuma satu: staff2nya ramah banget J
Setelah tanya sana sini, kita dapat info bahwa biasanya turis lokal lebih suka menginap di Hotel Gunung Mas. Lokasinya sekitar 300 m dari losmen Bu Djono. Bangunan hotelnya tampak luar sih gak menunjukkan kalau itu hotel hahaha... tapi setelah cek kamar, ini the most decent hotel we could find in Dieng. Ada kamar mandi dalam plus air panas, kamar lumayan besar dan bersih. Yang pasti dapat sarapan. Total utk satu kamar (1 bed besar + 1 extra bed) Rp. 150rb. Jadilah kita nginep situ.
Utk makan malam, kita recommend warung makan kecil di belakang Losmen Bu Djono persis (yg ternyata punya anaknya Bu Djono juga). Rasa makanannya not bad.. masuk lah sama lidah kita. Mie goreng jamur-nya enak. Harganya juga lumayan murah.
20 Maret 08 / Kamis
Dieng
Bangun pagi jam 5, rencananya mau lihat sunrise. Tapi telat karena matahari sudah keburu terbit. Tapi kita tetap pergi ke lokasi sunrise-nya, karena penasaran juga hehe... Lokasinya sekitar 5 km dari hotel, naik terus ke arah Telaga Cebong, melewati perkebunan dan satu perkampungan Dieng lagi. Jalannya sudah aspal tapi mendekati Telaga Cebong, hanya bisa dilalui 1 mobil. Mobil parkir di lapangan dekat Telaga Cebong, lalu dilanjutkan hiking ke tempat sunrise. Trek-nya agak ajaib ya. Jalurnya licin, dan masih jalur tanah. Kiri sudah jurang. Karena sandal gunung gue licin, gue cuma setengah jalan. Ucup aja yang lanjut ke puncaknya sendiri. Menurut Ucup, pemandangannya bagus banget.
Setelah lihat lokasi sunrise, kita menuju Telaga Warna. Di area Telaga Warna ini ada juga obyek wisata lain.. namanya Telaga Pengilon (sebelah Telaga Warna persis) tapi lebih kecil, Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur (dimana gua2 ini biasanya dipakai untuk petilasan or semedi orang2 yang cari wangsit). Sayang waktu kita disana, Telaga Warna sedang tidak berwarna hijau bagus.
Dari Telaga Warna kita menuju Kawang Sikidang. Sebelum ke Kawah Sikidang, ada Candi Bima. Candinya kecil dan cuma satu. Jarak dari Candi Bima ke Kawah Sikidang sekitar 1 km. Kawang Sikidang diameternya kecil (gak sampai 50m), bau belerang (tapi tidak menyengat), dan yang pasti isinya lumpur panas mendidih. Perlu extra hati-hati kalau kesitu karena kawahnya hanya dibatasi pagar besi setinggi paha orang dewasa.
Di Kawah Sikidang itu kita kenalan dengan 1 keluarga yang dari Jakarta juga. Sempat mampir ke rumah mereka di depan Candi Bima. Lalu kita bareng mereka ke Candi Gatotkaca. Lokasinya sekitar 1 km dari Candi Bima. Candi Gatotkaca mirip dengan Candi Bima, ukurannya kecil. Depan Candi Gatotkaca, ada museum purbakala dan satu bangunan modern untuk gedung pertemuan yang baru dibangun (dan belum diresmikan).
Dari Candi Gatotkaca, ada jalan kebawah untuk menuju kompleks Candi Arjuna. Pengunjung bisa jalan kaki kesitu. Tapi kita lewat jalan mobil, yang agak mutar sedikit. Tiket masuk Candi Arjuna sampai ke Kawah Sikidang adalah 6 ribu. Candi-candi yang ada di Kompleks Candi Arjuna adalah Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra dan Candi Semar.
Setelah puas foto2, akhirnya kita kembali ke hotel Gunung Mas. Sarapan sudah disiapkan (nasi gorengnya lumayan enak lho). Jam 11 kita check-out dan menuju Wonosobo.
20 Maret 2008 / Kamis
Rafting Serayu – Wonosobo
Janjian jam 11 sama team dari Yogya Adventure, Mas Ipang dan Mas Hadi untuk mengarungi Sungai Serayu. Alhamdulillah, air gak begitu tinggi (padahal semalam sebelumnya banjir). Serayu is nice!!! Jeramnya OK banget... dan menurut gue masih lebih menarik Serayu dibandingkan Citarik. Pemandangannya pun OK dan yang pasti panasnya gak terlalu menyengat. Highly recommended!
Sayang ada kejadian yang bikin gue kesal.. Nikon D40 gue nyemplung ke air gara2 Bayu turun duluan sebelum jeram besar untuk motret kita dari pinggir. Eeee entah gimana, dia yang malah terjun bebas dari sawah ke kali dibawah. Hiks… but the show must go on. Walau gondok kamera rusak, yang penting suami gue selamat.
Ternyata di Serayu ini ada dam setinggi 3 m. Jadi sebelum dam, kita semua turun ke darat, dan perahu diturunkan lagi setelah dam. Kali ini Bayu gak ikutan, mungkin bokongnya sakit atau mungkin serem lihat muka gue yang bete karena kamera rusak hehehe… Akhirnya satu perahu lanjut yang isinya cuma gue, Ucup, Mas Hadi dan Mas Ipang. Dari dam ke tempat finish sekitar 15-20 menit. Jeramnya tinggi, banyak standing waves dan saat jeram terakhir perahu kita nabrak tebing kanan dan kelipat dua karena kecepatan yang tinggi. Alhamdulillah gak terbalik dan bisa dikontrol lagi.
Total waktu pengarungan sekitar 2 jam.
Rafting di Serayu is highly recommended. Grade-nya III-IV. Jeramnya besar2 dan gak banyak flat. Nggak akan nyesel kalau rafting disana.
Selesai rafting dan makan siang, kita menuju Yogya. Hujan deras banget, dan hiks... kena macet di daerah Muntilan. Kalau kata orang Yogya.. jembatannya menciut hahaha... Maksudnya jalur di jembatannya mengecil karena dipakai untuk dua arah. Jalur yang kanan sedang diperbaiki.
Masuk Yogya sudah jam 7-an. Jemput Harti di rumahnya Atik di Kalasan. Dari situ menuju hotel. Sebenarnya kita sore itu belum dapat hotel. Rencananya mau cari losmen di daerah Kalikuning. Ndilalah.. malaikat penolong kita telepon, Mira Jayuzzz, yang beritahu bahwa dia sudah bantu bookingkan 2 kamar di wisma AURI di Jl. Rejowinangun no. 1, daerah Gedongkuning, Kota Gede. Ya sudah, akhirnya kita stay disitu. Kamarnya bersih dan lumayan lah. Berhubung penuh, kita cuma dapat yang pakai kipas angin. Yang penting kamar mandi dalam (tapi tidak ada air hangat). Ratenya 80 rb untuk 1 kamar (isi 2 orang – 2 bed).
Malam itu kita kita makan sate sapi di Kota Gede. Tadinya mau yang di lapangan Karang, tapi penuh buanget! Akhirnya makan di jalan raya Kota Gede-nya. Sama enaknya kok. Dari situ, mampir ke masjid tua Kota Gede, dan kasih lihat ke Ucup dan Harti pemakaman raja2 Mataram kuno (walau hanya dari luar).
21 Maret 2008 / Jumat
Gua Cerme
Jam 9 pagi kita sudah check out dari wisma Auri dan janjian sama Mas Klowor dari Yogya Adventure di kantornya (jalan raya adisucipto – setelah hotel Jayakarta persis). Dari situ kita ber-5 menuju ke Gua Cerme, daerah Imogiri (sekitar 30-45 menit dari pusat kota Yogya). Gue dan Bayu sebenarnya sudah pernah ke Gua Cerme ini sekitar tahun 2005 tapi karena waktu itu gak bawa baju ganti, jadi cuma masuk setengah jalan hihi....
Gua Cerme adalah gua wisata, yang konon kabarnya tempat “pertemuan” para Wali Songo. Gak ada lampu, jadi lebih baik bawa senter (atau sewa 5rb perak). Panjangnya sekitar 1.2 km. Siap2 untuk basah karena isi gua ini memang air, tapi tidak berlumpur. Kadang dalamnya bisa sampai sedada orang dewasa. Ornamen gua bagus, gak banyak kelelawar jadi gak begitu bau. Di titik akhir ada air terjun yang lumayan deras. Dari air terjun bisa lanjut tembus ke pintu akhir. Kita lebih milih untuk balik lagi ke pintu utama melewati jalan yang sama, karena menurut Mas Klowor ornamen gua setelah air terjun sudah nggak ada lagi.
Total kita ada sekitar 3 jam di dalam gua. Ternyata begitu keluar gua, sudah hujan deras. Yah ga papa, toh sudah kadung basah kuyup.
Setelah sampai kota Yogya, kita cari hotel lagi. Tujuan ke Kalikuning. Tapi trus dapat satu tempat penginapan yang bersih dan lumayan bagus, namanya Wisma Kembar. Lokasinya sekitar 50m sebelum Mirota Kaliurang. Karena cuma ada 1 kamar yang sisa, kita terpaksa satu kamar ber-4, plus extra bed 2. Rate room only adalah 50 rb (tidak ada breakfast, tidak ada air hangat), tambah extra bed @ 30 rb, jadi total 110 rb.
Malam itu kita tidur lebih awal, karena persiapan untuk hari Sabtu.. rafting lagi... tapi kali ini di Progo Bawah (Magelang). Hiyaaaaaaa......