Iseng ambil cuti berhubung boss2 gak ada dan gw kangen Yogya. Jadi berangkatlah kita kesana. Agenda kali ini selain jalan-jalan adalah berkunjung ke saudara. Dah lama gak ketemu saudara2 di Yogya.
Sampai Yogya jumat pagi, dijemput saudara. Dipinjemin mobil free pula :) Eits.. Yogya panas banget jo! Ternyata belum hujan beberapa hari. Hari pertama dilewatkan hanya utk sowan ke saudara dan teman-teman. Nyobain Mang Engking di daerah Godean (ternyata di Depok ada juga huahahaha). Udang dan kepitingnya mantap.. tapi rasa manisnya kelewatan.
Hari kedua, mampir Candi Sari, dekat Kalasan, yang merupakan Candi Budha, dibangun sekitar abad 9 jaman Mataram kuno. 200m dari jalan raya Solo. Dari dulu penasaran sama ini candi karena tiap kali mau kesitu pasti gak ketemu2. Alhamdulillah, berhasil juga.
Dari situ langsung bablas ke Solo. Terakhir gw ke Solo waktu TK :) Langsung ke Tawangmangu. Mau ke Candi Cetho dan Candi Sukuh di kaki G. Lawu, sambil mampir juga ke rumah saudara disana.
Ternyata saudara kita punya perkebunan di Tawangmangu. Namanya Amanah Farm. Ada hotel dan tempat outbound, plus resto dan pemancingan segala. Sedikit promosi. Dengan pemandangan yang OK banget, it sure is a cozy place.
Dari Amanah Farm ke Candi Sukuh, candi Hindu. Sekitar 36 km dari Solo. Terkenal sebagai candi yang erotis. Letaknya agak naik ke atas bukit. Dari situ bisa lihat pemandangan yang bagus banget. Candinya sendiri kecil tapi bentuknya beda dengan candi-candi lainnya. Candi utama mirip dengan peninggalan suku Maya atau seperti piramid dengan bagian atas yg datar. Dan disitu juga banyak arca lingga yoni dan juga arca-arca yang vulgar. Konon kabarnya Candi ini dipakai untuk mengetes keperawanan para gadis di jaman itu.
Dari Candi Sukuh, turun lagi ke jalan raya, dan belok kiri ke arah Candi Cetho. Jalannya menanjak terus. Tapi pemandangannya spektakuler. Kiri kanan perkebunan teh. Hijau semua. Bikin segar mata. Seperti Candi Sukuh, Candi Cetho ini juga candi Hindu, dibangun sekitar abad 14. Di Candi ini ada 9 tingkat. Sampai sekarang masih dijadikan tempat sembahyang umat Hindu. Di belakang Candi pun ada pura Hindu. Penduduk sekitar juga beragama Hindu. Perlu extra effort untuk naik ke Candi Cetho ini. Selain jalannya yang nanjak tinggi, di candinya juga banyak tangga. Tapi pemandangan dan hawa sejuknya mengalahkan semua rasa capek.
Sama seperti Candi Sukuh, di Candi Cetho juga ada bbrp arca yang agak vulgar, seperti (maaf) alat vital laki2. Konon kabarnya untuk pemujaan bagi kesuburan pasangan.
Karena sudah sore, akhirnya kita kembali ke Solo. Bingung mau nginep mana.. untung ada majalah Tamasya hehe.. Referensi mereka: Romahkoe bed and breakfast. Di jl. Dr. Radjiman, Laweyan, Solo. www.roemahkoe.info. Deluxe room sekitar 320 rb-an.
Bangunannya tua, dibangun sekitar tahun 1930-an klo gak salah. Dari luar gak kelihatan seperti boutique hotel. Sederhana. Tapi kesan spooky yang biasanya ada di rumah tua langsung hilang begitu liat kamar2nya. Semuanya sudah modern, dan asri. Interior hotel juga bagus. Usut punya usut, ternyata Roemahkoe ini milik Ibu Nina Akbar Tandjung. Pantes aja banyak foto2 pejabat yang stay disana :)
Malam itu ketemuan sama sepupu, makan lesehan (nama daerahnya lupa). Ber-5 makan kalap, dan habisnya cuma 60 rb. 60 ribu!!!! Itu udah ikan, ayam, sate usus, bebek yang porsinya segede2 bagong.
Dalam perjalanan menuju hotel habis makan, sempat liat ada yang jualan sate jamu. Kita pikir itu Sate plus minum jamu. Ternyata Sate Jamu artinya Sate daging anjing. OMG! untuuuung gak nekad mampir situ....
Sabtu pagi, kita check out dan kembali menuju Yogya. Kebetulan ada kawan yang sudah nunggu kita untuk liat Bebeng di Merapi. Utk masuk sana, bayar 2rb per orang. Dari Bebeng, ketemu penduduk desa yang lagi bangun pipa air bersih. Sumber mata air ada di gua jepang, dialirkan lewat pipa, dan yang mengerjakan adalah para penduduk desa sekitar Merapi. Hebat.. mereka gak dibayar. dan pekerjaan mereka penuh resiko. Untuk bangun pipa itu, mereka harus nyebrang jurang sedalam 30 m, selebar 90m. Dengan alat minim. Hanya kotak besi kecil yang kalau kita masuk, harus jongkok. Dan diikat pakai tali, disebrangin ke seberang jurang dengan bantuan tali yang ditarik bbrp orang. Tanpa ada alat pengaman lainnya. Goyang dikit, jurang 30 m menanti. Gw liatnya aja udah pusing.. gamang.
Dari Merapi kembali ke kota. Cari hotel, semua penuh. Dapatnya di Melia Purosani. Setelah check in, malamnya makan malam dengan saudara2 di Timbul Roso Kaliurang. Food review: biasa. Sambelnya maniiiiis banget.
Minggu pagi, packing. Check out, dan mampir ke Ambarukmo Plaza, anterin keponakan yang lagi lomba mewarnai, sambil gw beli sendal yang putus karena dipake ke bebeng tempo hari.
Jam 12, check in di airport. pesawat harusnya berangkat 12.55 tapi delay lama banget. Segala posisi duduk udah semua tuh, tinggal nungging aja yg belum. Jam 3 baru take off. Sampai Jakarta sekitar jam 4 kurang, dan pengumuman dari pilot.. suhu jakarta sekarang adalah 36 derajat Celcius. YAIKKKSSS......